Danantara Dorong AI di BUMN: Roadmap Lima Tahun Menuju Enterprise Cerdas

Danantara Dorong AI di BUMN: Roadmap Lima Tahun Menuju Enterprise Cerdas

Indonesia tengah berada di titik balik transformasi digital. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara, dana investasi sovereign wealth fund yang mengelola lebih dari $900 miliar aset negara, resmi menjadikan adopsi artificial intelligence sebagai prioritas utama dalam peta jalan lima tahun restrukturisasi BUMN.


Infografik Danantara AI di BUMN: Roadmap Lima Tahun Menuju Enterprise Cerdas

Infografik: Danantara $20 Miliar untuk AI dan Transformasi BUMN — Sumber: Antara News, CNBC Indonesia, Suara.com

Apa Itu Danantara?

Daya Anagata Nusantara atau Danantara adalah sovereign wealth fund Indonesia yang didirikan pada 24 Februari 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto. Berbeda dari Indonesia Investment Authority yang fokus pada investasi LNJT, Danantara dirancang khusus untuk mengoptimalkan aset strategis perusahaan negara dan mentransformasi BUMN menjadi pemimpin global di sektor masing-masing.

$20 Miliar untuk AI dan Hilirisasi

Pada peluncuran resminya, Presiden Prabowo mengumumkan Danantara akan menginvestasikan $20 miliar di lebih dari 20 proyek sekaligus. Sebagian besar dialokasikan untuk hilirisasi nikel, bauksit, dan tembaga, sekaligus pengembangan artificial intelligence dan infrastruktur digital.

Peta Jalan Lima Tahun: Tahun Ketiga untuk AI

Chief Operating Officer Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria menegaskan, roadmap transformasi BUMN disusun dalam lima fase yang saling terhubung. AI bukan sekadar tools, melainkan fondasi untuk meningkatkan efisiensi dan competitivitas perusahaan negara di kancah global.

Tahun Fokus Utama
Tahun 1 Konsolidasi dan restrukturisasi keuangan serta operasional BUMN
Tahun 2 Pengembangan talenta dan penguatan budaya perusahaan
Tahun 3 Inovasi dan adopsi AI technologies
Tahun 4 Penciptaan nilai: kemitraan strategis, IPO, divestasi
Tahun 5 Kinerja keuangan lebih kuat dengan target laba tahunan

Dalam pidatonya di Kementerian Keuangan, Dony menjelaskan bahwa tahun ketiga akan menekankan pada inovasi, transformasi digital, dan adopsi AI yang lebih luas di seluruh portfolio BUMN untuk meningkatkan efisiensi dan competitivitas.

Kerja Sama dengan ARM: Membangun Chip AI Nasional

Chief Technology Officer Danantara, Sieg Puji Santosa, menyatakan bahwa Danantara telah menggagas kerja sama dengan ARM Limited, perusahaan semikonduktor asal Inggris, untuk mengembangkan desain chip AI. Langkah ini merupakan bagian dari strategi membangun kemandirian teknologi Indonesia di bidang semikonduktor, sekaligus mengantisipasi kelangkaan chip AI global.

Kebutuhan Chip AI Global Meledak

Menurut Sieg, kebutuhan chip AI mengalami peningkatan tajam secara global. Waktu tunggu untuk memperoleh chip di sejumlah negara kini mencapai enam hingga sembilan bulan. Kondisi ini mendorong Danantara untuk membangun produksi chip domestik, melibatkan sejumlah BUMN dalam rantai pasoknya.

Investasi Infrastruktur Data Center

Di luar chip, Danantara juga berfokus pada pengembangan infrastruktur pusat data. CTO Sieg Puji Santosa menyebut, permintaan kapasitas data center di Indonesia sangat besar. Setiap investasi baru untuk pembangunan pusat data langsung diserap pasar.

“Kita membangun 100 megawatt, 200 megawatt, habis langsung,” jelas Sieg dalam kesempatan terpisah. Kondisi ini menyebabkan waktu tunggu untuk memperoleh kapasitas data center dapat mencapai enam bulan hingga satu tahun. Saat ini Indonesia memiliki sekitar 45 data center berskala besar.

“Permintaan data center luar biasa besar, sehingga terjadi kelangkaan, harus menunggu enam bulan, sembilan bulan sampai setahun.”

– Sieg Puji Santosa, CTO Danantara Indonesia

Rapat Koordinasi Transformasi Digital BUMN

Pada Mei 2026, CTO Danantara memimpin Rapat Koordinasi Transformasi Digital BUMN yang dihadiri oleh sekitar 60 perusahaan holding utama. Dalam forum tersebut, dibahas strategi implementasi AI secara menyeluruh di tubuh perusahaan negara, mulai dari level holding hingga anak usaha.

Danantara akan menyiapkan kebutuhan infrastruktur digital mulai dari sistem, subsistem, hingga aplikasi yang terintegrasi. Tujuannya memastikan setiap BUMN memiliki fondasi digital yang kuat untuk mengadopsi AI secara efektif.

Penguatan Tata Kelola: Fondasi Sebelum AI

Namun, Danantara tidak langsung meloncat ke teknologi tanpa membangun fondasi. Dony Oskaria menekankan, perbaikan tata kelola menjadi prioritas utama sebelum mengadopsi AI secara masif. “Yang paling penting sekarang tata kelolanya dibenahi. Jangan sampai ada rekayasa keuangan. Semua proses harus dijalankan dengan benar,” tegas Dony.

Contoh nyata terjadi di PT Pos Indonesia, di mana Danantara bersama BP BUMN melakukan monitoring rutin untuk mengawal proses transformasi. Perusahaan melaporkan penyesuaian pembukuan sebesar Rp9 triliun untuk periode 2023 hingga 2025 sebagai bagian dari pembersihan dan pemulihan catatan keuangan. Transformasi ini menjadi bekal penting sebelum mengintegrasikan AI ke dalam operasional.

Smart Automation for Speed – Data Insights for the Lead.

Langkah Danantara dalam mendorong AI di BUMN mencerminkan pergeseran paradigma baru dalam pengelolaan perusahaan negara Indonesia. Dari yang semula berbasis aset fisik, kini bertransformasi menuju enterprise berbasis data dan intelligent automation. Targetnya jelas: efisiensi operasional, kompetitivas global, dan penciptaan nilai jangka panjang bagi bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *